Sidoarjo, JatimMaju.Com- Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mempercepat proses pembebasan lahan untuk pembangunan flyover Gedangan dengan melakukan pengukuran dan pemetaan terhadap 122 bidang tanah yang terdampak proyek.
Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan pengukuran tersebut dilakukan bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) sebagai tahapan awal sebelum memasuki proses penilaian harga tanah atau appraisal.
“Setelah pengukuran dan pemetaan selesai, akan dilanjutkan dengan fase penilaian harga tanah atau appraisal sehingga pembayaran ganti rugi kepada masyarakat tidak molor,” kata Subandi dalam keterangannya, Selasa.

Menurut dia, pengukuran lahan dilakukan secara bertahap dengan target sekitar 20 hingga 25 bidang tanah per hari. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat tahapan pembebasan lahan hingga pembayaran ganti rugi kepada pemilik tanah.
Pemkab Sidoarjo telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp225 miliar melalui APBD 2026 untuk mendukung proses pembebasan lahan proyek flyover tersebut.
Subandi menyebut kebutuhan anggaran secara keseluruhan diperkirakan mencapai Rp450 miliar. Dengan demikian, kekurangan anggaran akan diusulkan melalui APBD 2027.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Kabupaten Sidoarjo M. Makhmud mengatakan proses pengukuran dilakukan dengan menyusuri jalur utama yang masuk dalam kawasan pembangunan flyover.
Ia menjelaskan, 122 bidang tanah telah terdata setelah pemerintah daerah melakukan verifikasi faktual terhadap pemilik lahan yang terkena dampak pembangunan.
Tidak hanya lahan milik masyarakat, proyek tersebut juga berdampak terhadap sejumlah fasilitas umum dan bangunan pemerintah. Beberapa di antaranya adalah sebagian area Balai Desa Gedangan dan bekas gedung Unit Pelaksana Teknis Daerah.
“Kantor Polsek Gedangan juga terdampak pembangunan secara penuh sehingga masuk dalam objek yang perlu ditangani dalam proses pembebasan lahan,” kata Makhmud.
Ia mengatakan pembangunan flyover Gedangan ditujukan untuk mengurangi kepadatan arus kendaraan di jalur Surabaya-Sidoarjo, terutama di kawasan perempatan Gedangan, Kecamatan Gedangan, yang selama ini menjadi salah satu titik kemacetan.
Pemkab Sidoarjo menargetkan seluruh proses pembebasan lahan dapat diselesaikan pada 2026. Dengan demikian, pembangunan fisik flyover Gedangan diharapkan dapat mulai dilaksanakan pada 2027. jtm/dan





