Surabaya, JatimMaju.Com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Jawa Timur menyediakan 1.000 kacamata gratis bagi guru Taman Kanak-Kanak (TK), Raudhatul Athfal (RA), dan Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) sebagai bentuk perhatian terhadap kesehatan para pendidik.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, program tersebut merupakan upaya mendukung kenyamanan guru dalam menjalankan tugas, terutama dalam mendampingi anak-anak pada tahap awal pertumbuhan dan pembentukan karakter.
“Guru TK, RA, dan TPQ berperan penting dalam meletakkan fondasi pendidikan anak-anak kita. Mereka mendampingi pada fase awal pertumbuhan, pembentukan karakter, sekaligus pengenalan nilai-nilai pendidikan dan keagamaan. Karena itu, kesehatan dan kenyamanan perlu menjadi perhatian,” ujarnya, Kamis.

Pemeriksaan mata sekaligus pemberian kacamata gratis tersebut dijadwalkan berlangsung pada Minggu (11/10) di Gedung Islamic Center Surabaya. Pendaftaran secara daring yang dibuka pada 3–5 Oktober 2026 telah memenuhi kuota sebanyak 1.000 peserta.
Khofifah menjelaskan, kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran, tetapi juga didukung kondisi kesehatan pendidik yang setiap hari berinteraksi langsung dengan anak-anak.
Salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian adalah kesehatan mata. Melalui program tersebut, para guru akan menjalani pemeriksaan terlebih dahulu untuk mengetahui kondisi penglihatan sekaligus menentukan kebutuhan lensa yang sesuai.
“Kalau guru sehat dan nyaman dalam menjalankan tugas, proses pembelajaran juga diharapkan semakin optimal. Dari pendidikan anak usia dini inilah kita membangun fondasi sumber daya manusia Jawa Timur ke depan,” katanya.
Ia menambahkan, program tersebut sejalan dengan tema Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur, yakni “Jatim Unggul, Maju Berkelanjutan”. Menurutnya, pembangunan daerah harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pemberian manfaat nyata bagi masyarakat.
Khofifah menegaskan, pembangunan tidak semata-mata berorientasi pada infrastruktur maupun pertumbuhan ekonomi, tetapi juga perlu menyentuh kebutuhan masyarakat, termasuk para pendidik yang berperan menyiapkan generasi penerus.
Karena itu, ia mengapresiasi sinergi Pemprov Jatim, BAZNAS Jatim, tenaga kesehatan, dunia usaha, dan masyarakat dalam penyelenggaraan program tersebut.
Menurut Khofifah, kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu cara untuk memperluas jangkauan pelayanan dan menghadirkan manfaat pembangunan bagi lebih banyak masyarakat.
“Semangat kolaborasi seperti ini harus terus kita perkuat. Ketika berbagai kekuatan bersama-sama bergerak, manfaat yang dihadirkan juga akan semakin luas dan semakin banyak masyarakat yang bisa merasakan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Jatim H. M. Ghofirin mengatakan, program pemeriksaan mata dan pemberian kacamata gratis tersebut mendapat sambutan positif dari para guru. Hal itu terlihat dari terpenuhinya kuota 1.000 peserta dalam periode pendaftaran yang relatif singkat.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para muzaki dan donatur yang telah mempercayakan penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Jatim untuk mendukung berbagai program kemaslahatan masyarakat. jtm/dar




