Home / Pendidikan & Kesehatan / BCA Dorong Link and Match Pendidikan dan Dunia Kerja, Mahasiswa Perlu Dibekali Pengalaman Praktis

BCA Dorong Link and Match Pendidikan dan Dunia Kerja, Mahasiswa Perlu Dibekali Pengalaman Praktis

Surabaya, JatimMaju.Com – Kesenjangan antara dunia pendidikan dan dunia kerja masih menjadi tantangan dalam mempersiapkan lulusan perguruan tinggi. Untuk menjembatani kesenjangan tersebut, mahasiswa perlu dibekali tidak hanya dengan kemampuan akademis, tetapi juga pengalaman praktis, integritas, sikap profesional, dan keterampilan komunikasi.

Direktur BCA Antonius Widodo Mulyono mengatakan, dunia pendidikan memiliki peran penting dalam membangun landasan berpikir mahasiswa yang komprehensif, terstruktur, dan analitis. Namun, ketika memasuki dunia kerja, mahasiswa juga harus mampu menerapkan kemampuan tersebut dalam menghadapi persoalan nyata di lingkungan profesional.

“Dunia pendidikan itu memang mempersiapkan landasan-landasan, cara berpikir yang komprehensif, terstruktur, dan analitis. Nah, dunia kerja sebetulnya memang berbeda,” ujar Antonius Widodo, Jumat (9/10).

Menurut dia, dunia kerja tidak hanya menuntut kecerdasan intelektual, tetapi juga integritas dan kemampuan menempatkan diri dalam lingkungan profesional. Dalam industri perbankan, misalnya, ketelitian, keramahan, serta pemahaman terhadap prosedur menjadi aspek penting dalam menjalankan pekerjaan.

Karena itu, pembelajaran di perguruan tinggi perlu dilengkapi dengan pemahaman mengenai praktik kerja sehari-hari. Mahasiswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki gambaran yang konkret mengenai tanggung jawab dan tantangan yang dihadapi setelah lulus.

Salah satu upaya untuk menjembatani kebutuhan tersebut adalah melalui program magang. Antonius menjelaskan, BCA memiliki program yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk merasakan langsung lingkungan kerja dan memahami aktivitas profesional di industri.

“Supaya mereka ketika lulus tahu, dunia kerja itu seperti ini. Itulah ada magang,” tambahnya.

Selain pengalaman kerja, Antonius menekankan pentingnya membangun growth mindset dan attitude bagi generasi muda, khususnya Generasi Z yang akan menjadi pemimpin di berbagai bidang pada masa mendatang.

Menurutnya, kecerdasan intelektual tetap penting sebagai fondasi, tetapi bukan satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan dalam berkarier. Kemampuan menjalin relasi, bekerja sama, serta berkomunikasi dengan baik turut berperan dalam mendukung profesional.

“Selain itu, kemampuan membangun jejaring atau networking menjadi salah satu modal penting bagi generasi muda untuk berkembang dan membuka peluang di dunia kerja,” ungkapnya.

Terkait teknologi AI (artificial intelligence), dia mengingatkan agar generasi muda tidak bergantung sepenuhnya pada teknologi. Kemampuan analitis memang dapat dibantu oleh AI, tetapi keterampilan terutama komunikasi dan interaksi sosial, tetap perlu dikembangkan.

Untuk itu, BCA berkomitmen dalam mendukung pengembangan generasi muda melalui program Bakti BCA, termasuk inisiatif BCA Berbagi Ilmu yang menghadirkan praktisi untuk berbagi pengalaman dan wawasan kepada mahasiswa di perguruan tinggi.

Sementara itu, Rektor Unair, Prof. Dr. Muhammad Madyan, S.E, M.Si, M.Fin, menambahkan, pengetahuan dan kemampuan teknis tetap menjadi pondasi penting. Namun untuk menghadapi masa depan, mahasiswa juga membutuhkan kemampuan berkomunikasi, berkolaborasi, berpikir kritis, mengambil keputusan, serta kemauan untuk terus belajar.

​Skills membekali seseorang dengan kemampuan, sementara attitude menentukan bagaimana kemampuan tersebut digunakan dan dikembangkan.

“​Kami menyampaikan apresiasi kepada BCA atas terselenggaranya program BCA Berbagi Ilmu Mahasiswa tidak hanya memahami dunia industri, tetapi juga belajar langsung dari para pemimpin BCA mengenai bagaimana seorang pemimpin menghadapi perubahan, mengambil keputusan, membangun tim, dan menentukan langkah di tengah berbagai tantangan,” ujarnya.

Dia meyakini bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri merupakan bagian penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul. Perguruan tinggi membangun pondasi ilmu dan karakter, sementara dunia industri menghadirkan pengalaman dan perspektif nyata mengenai dunia profesional. (fix)

​Para kesatria Airlangga yang saya banggakan, manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Dengarkan pengalaman dari para narasumber, jangan ragu untuk bertanya. Jadi Bapak, Ibu sekalian, adik-adikku sekalian di sini, jangan ragu untuk bertanya. Karena kekritisan itulah yang kami butuhkan, karena kekritisan itulah yang masyarakat butuhkan saat ini.

​Dan jadikan wawasan yang Saudara peroleh hari ini sebagai bekal untuk mengembangkan diri, menghadapi perubahan, dan melangkah lebih jauh lagi.

​Akhir kata, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BCA atas sinergi dan komitmennya dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan dan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Saya juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia dan pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Saya berharap… 

Menurut dia, interaksi antara akademisi dan praktisi dapat memperkaya proses pembelajaran. Pengalaman praktisi yang menghadapi persoalan nyata dalam aktivitas bisnis sehari-hari dapat menjadi pelengkap bagi pendekatan akademis yang menitikberatkan pada teori dan analisis.

Selain kegiatan berbagi ilmu, Bakti BCA juga mencakup program beasiswa yang telah berjalan selama puluhan tahun. Program tersebut awalnya menyasar mahasiswa di perguruan tinggi negeri dan kemudian diperluas ke perguruan tinggi swasta.

Ke depan, BCA juga berupaya membangun sistem pelacakan bagi penerima beasiswa untuk mengetahui perkembangan mereka setelah menyelesaikan pendidikan, termasuk kiprah dan kontribusi positif yang dihasilkan.

Antonius menegaskan, kegiatan sosial perusahaan perlu dijalankan secara berkelanjutan agar memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, BCA berharap dukungan terhadap pendidikan tidak berhenti pada pemberian materi akademis atau bantuan finansial semata, tetapi turut membantu mempersiapkan generasi muda agar lebih siap memasuki dunia kerja, mengembangkan karier, bahkan menciptakan lapangan pekerjaan.

Ia juga mendorong mahasiswa untuk tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan setelah lulus, tetapi memiliki keberanian untuk menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja baru. jtm/gun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *