Surabaya, JatimMaju.Com – Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Nasional Anti Narkotika (DPD Granat) Jawa Timur berupaya menjadikan kejuaraan menembak sebagai agenda rutin tahunan untuk mendorong lahirnya atlet berprestasi sekaligus mengampanyekan gaya hidup sehat tanpa narkoba di kalangan generasi muda.
Ketua DPD Granat Jawa Timur Arie Soeripan mengatakan, kejuaraan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah pembinaan dan penjaringan atlet menembak yang berpotensi bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
“Harapan kami, melalui kejuaraan ini dapat mencetak atlet andal dan profesional yang ke depan membawa nama harum Provinsi Jawa Timur di kancah nasional dan bahkan internasional,” katanya saat menutup Kejuaraan Menembak Piala Ketua DPD Granat Jawa Timur 2026, Minggu.

Kejuaraan yang berlangsung selama tiga hari tersebut mempertandingkan 12 kategori. Para pemenang di setiap kategori memperoleh medali, piagam penghargaan, serta uang pembinaan sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraih.
Dalam kesempatan itu, Arie menyampaikan selamat kepada para atlet yang berhasil meraih juara. Ia juga mengingatkan agar prestasi tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan, menjaga kejujuran, dan menjunjung tinggi sportivitas.
Ia berpesan kepada para juara agar tidak cepat berpuas diri dan terus mempersiapkan diri menghadapi kompetisi dengan tingkat persaingan yang lebih tinggi.
“Jangan cepat berpuas diri dengan hasil hari ini. Jadikan sebagai pemacu semangat untuk terus berlatih menuju jenjang kompetisi yang lebih tinggi di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.
Sementara itu, bagi atlet yang belum berhasil meraih podium, Arie meminta agar tetap optimistis dan menjadikan hasil pertandingan sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki kekurangan.
Menurutnya, kegagalan dalam sebuah kompetisi bukan akhir dari perjalanan seorang atlet. Dengan latihan yang konsisten dan semangat pantang menyerah, peluang untuk meraih prestasi pada kesempatan berikutnya tetap terbuka.
“Jangan berkecil hati. Ini bukan kegagalan, jangan merasa minder, masih ada hari esok dan jalan yang terbentang panjang untuk meraih prestasi. Jadikan momen ini untuk mengevaluasi kekurangan, sebagai pelecut semangat untuk berlatih lebih giat lagi,” tuturnya.
Kejuaraan menembak tersebut diselenggarakan dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Granat. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana untuk mengajak generasi muda, khususnya komunitas olahraga menembak di Jawa Timur, mengembangkan prestasi melalui kegiatan positif tanpa narkoba.
Arie berharap dukungan dari berbagai pihak dapat mendorong keberlanjutan penyelenggaraan kejuaraan tersebut setiap tahun. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini diharapkan memperkuat pembinaan atlet menembak dengan mengedepankan budaya olahraga yang sehat, jujur, dan sportif.
“Sekaligus menjadi wadah pembibitan atlet menembak dengan budaya kompetisi yang sportif dan sehat tanpa narkoba. Mohon doa dan dukungannya agar kejuaraan ini bisa terselenggara rutin setiap tahun,” katanya. jtm/jim





